Welcome to Angklung Web Institute (AWI)! This website is a medium of information exchange about angklung knowledge and competence, especially diatonic angklung in orchestral composition. The Father of Angklung Daeng Sutigna first created the diatonic angklung in 1938. Until now, angklung still has to face many challenges of identity to be acknowledged as one of world’s standard music instruments. One major problem is that there is no firm standard yet in constructing, tuning, forming, playing, and compositing angklung. Another problem is that until today, an angklung music community as a media of education and industrialization of the angklung music hasn’t been founded yet. Through this website we would like to ask you who have a great concern to the development of angklung to pass this piece of information to the world in order to support this developing music instrument. Through this website we would like to convey an angklung-ical activity to an angklung team or community and hopefully someday the industrialization of angklung can be realized. Last, it is our duty to raise our angklung to be appreciated just like the other world’s standard music instruments. Thank you

Ultimate AWI Featured

Common AWI Featured


Bandung, Kompas - Meski tidak seramai pengunjung di beberapa factory outlet (FO) di Bandung, pertunjukan seni Sunda di Saung Angklung Udjo, Jalan Padasuka, Bandung, tetap diminati. Seusai Lebaran sudah banyak individu maupun kelompok yang memesan pertunjukan angklung di Saung Angklung Udjo. "Hari ini (Rabu, 17/11), ada rombongan dari Belanda yang akan menonton pertunjukan angklung," kata Awan Rukwanda, pegawai akuntansi dan perpajakan Saung Angklung Udjo yang ditemui, Rabu. Anggota rombongan dari Belanda yang akan menonton pertunjukan angklung ada 30 orang.

Read More . . .

Pergelaran Etalase Musik Bambu tahun 2006 akan dimulai Sabtu (15/4) di Saung Ujo, Jalan Padasuka, Bandung. Pada pergelaran pertama ini akan ditampilkan musik bambu tradisional dan modern. Menurut Nana Munajat, Koordinator Acara Etalase Musik Bambu, selama 2,5 jam akan ditampilkan seni musik tradisional terbang angklung dari Garut, angklung buncis dari Ujungberung, serta musik bambu modern tingtung iwung sebagai bagian dari Banjaran dan Saung Ujo. "Pergelaran yang dihadiri puluhan seniman ini akan diakhiri dengan dialog mengenai perkembangan budaya antara seniman dan Wali Kota Bandung Dada Rosada," ujar Nana. (ynt)

Read More . . .

SEUSAI memainkan orkestra angklung, puluhan anak-anak kecil berusia 1,5 tahun sampai remaja belasan tahun menyerbu turis-turis mancanegara tanpa malu-malu. Beberapa anak berusia di bawah 5 tahun berlarian sembari tangan mungilnya menenteng angklung yang ukurannya nyaris sama tinggi dengan tubuh mereka. Mereka bukan berniat meminta tip, melainkan justru ingin mengajari para turis memainkan angklung.

Read More . . .

USAI memainkan orkestra angklung, puluhan anak-anak kecil usia 1,5 tahun sampai remaja belasan tahun menyerbu turis-turis mancanegara tanpa malu-malu. Beberapa anak di bawah lima tahun berlarian sembari tangan mungilnya menenteng angklung-angklung yang ukurannya nyaris sama tinggi dengan tubuh mereka. Mereka bukan berniat meminta tip, melainkan justru ingin mengajari para turis memainkan angklung.

 

Read More . . .

ImageAndai seniman angklung Jawa Barat Udjo Ngalegena --atau lebih dikenal dengan sebutan mang Udjo-- itu masih hadir di tengah kita, alangkah bahagianya ia. Sebab, salah seorang cucunya Astrid Meilani bertekad meneruskan apa yang beliau rintis semasa hidupnya, mempertahankan angklung sebagai aset warisan budaya.

Read More . . .