Welcome to Angklung Web Institute (AWI)! This website is a medium of information exchange about angklung knowledge and competence, especially diatonic angklung in orchestral composition. The Father of Angklung Daeng Sutigna first created the diatonic angklung in 1938. Until now, angklung still has to face many challenges of identity to be acknowledged as one of world’s standard music instruments. One major problem is that there is no firm standard yet in constructing, tuning, forming, playing, and compositing angklung. Another problem is that until today, an angklung music community as a media of education and industrialization of the angklung music hasn’t been founded yet. Through this website we would like to ask you who have a great concern to the development of angklung to pass this piece of information to the world in order to support this developing music instrument. Through this website we would like to convey an angklung-ical activity to an angklung team or community and hopefully someday the industrialization of angklung can be realized. Last, it is our duty to raise our angklung to be appreciated just like the other world’s standard music instruments. Thank you

Bagian ini memuat artikel serta opini tokoh dan masyarakat tentang Angklung.

Sebagian dapat Anda peroleh secara cuma-cuma, dan Anda disarankan untuk menjadi Member melalui Registrasi secara cuma-cuma untuk memperoleh lebih banyak lagi material dan informasi terkait dengan bagian ini.

(Sebagian lainnya dapat diperoleh melalui pembelian via web).

Andapun dipersilahkan untuk menyumbangkan artikel melalui AWI Submit Articles.

SELAMAT DATANG DI SITUS AWI - MUSIK ANGKLUNG SEBAGAI INDUSTRI ?

Selamat datang di website Angklung Web Institute (AWI). Situs ini merupakan sarana bertukar informasi tentang pengetahuan dan kompetensi dalam musik angklung khususnya angklung diatonis dalam komposisi orkestrasi.

Read More . . .

THE ANGKLUNG

The Angklung is a set of traditional bamboo musical instruments originally based on the pentatonic scale. It most unique feature is that one instrument represents one tone, so that in order to be able to play a melody, it requires a certain number of players.

Read More . . .

ANGKLUNG, SEBUAH JALAN MENUJU KEPUNAHAN

ImageAngklung adalah salah satu bentuk budaya tradisional Jawa Barat, yang telah dikenal dalam kurun waktu yang cukup panjang. Alat musik ini terbuat dari sepasang tabung bambu, yng dirangkai dengan beberapa bilah bambu lainnya. Struktur tersebut menghasilkan karakter suara yang unik dan sukar ditiru oleh instrumen musik lainnya.

Read More . . .

ANGKLUNG PADAENG

ImageSekitar tahun 1935 seorang Music Supervisor di Pasadena California Music School, Lilian Mohr Fox, membuat suatu auto-harp hasil modifikasi alat musik Tradisional Jerman. Alat musik ini cepat digemari terutama oleh anak-anak karena sangat mudah dimainkan. Kejadian ini seiring dengan diperkenalkannya angklung diatonis oleh Daeng Sutigna di Indonesia tahun 1937. Bapak Daeng Sutigna ini (lebih suka disebut Padaeng) merintis modernisasi angklung atas dasar pengalamannya sebagai guru di Kuningan. Beliau memikirkan suatu alat musik yang cocok untuk anak-anak didiknya.

Read More . . .

ANGKLUNG PADAENG (disampaikan pada Seminar Nasional Angklung di ITB, 26 Oktober 1989)

LATAR BELAKANG

Image Indonesia negara tercinta adalah sebuah negara dimana bambu tumbuh dimana-mana, dimulai dari Sabang di sebelah barat sampai Merauke di sebelah timur. Untuk itu tidaklah aneh bila bangsa Indonesia mengatakan bahwa bambu tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bangsa kita sehari-hari.

Read More . . .